Tampilkan postingan dengan label pic ARTs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pic ARTs. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

WANITA DI ARUS BUDAYA MASSA


Menatap Harapan, 
150 x150 cm, Oil and Digital Print, 2010
oleh: Adam Wahida
*] Memaknai Perubahan Budaya
Perubahan kebudayaan selalu menawarkan sesuatu yang baru sebagai sebuah bentuk pemaknaan ulang hingga terjadinya dekonstruksi alur pemahaman pikiran yang banyak tervisualkan dalam idiom-idiom yang menjadi tanda sebuah kebudayaan. Gaya hidup manusia merupakan salah satu ruang yang memberikan kesempatan untuk berbagai efek simulasi dari pemahaman baru tentang kebudayaan. Fenomena untuk membenturkan kosakata (idiom) baru dengan idiom tata nilai budaya yang sebelumnya, untuk mengetahui apa yang bisa disinkronkan atau ditinggalkan, diganti dengan kosakata kekinian. Hal ini melahirkan banyak efek yang tidak hanya bersifat individual namun telah merambah ke lingkungan sosial yang lebih luas.

WONDER"WARM"MAN


WONDER”WARM”MAN
RABER, AKRILIK, SPRAY PAINT ON CANVAS
oleh. Susiawan haryanto*(HARI)

Dalam era industri dan jejalan moderenitas kekinian wanita menjelma menjadi sebuah produk dalam etalase-etalase kapitalis,ia (baca:wanita) dikemas dengan stigma bahwa wanita sebagai rangsangan, daya tarik, hingga menjadi pemuas konsumen sebuah produk. Dunia periklanan apapun produknya hampir nyaris semua produknya menggunakan kemolekan, keseksian dan sensualitas wanita sebagai ujung tombak penarik (perangsang) sebuah hasil produksi. Ketika sensualitas wanita sudah menjadi bagian dan tujuan dari ruang benak konsumen, maka secara sadar maupun tidak hal tersebut menempatkan/memposisikan wanita layaknya sapi perahan untuk pemuas hasrat pasar (baca:kapitalis)